“Hendaknya belajar secara wajar, hanya terdorong oleh keinginan untuk memperoleh pengetahuan yang berguna bagi kita sesuai dengan status kita.”
(DBSV V, 174)
Sunday, March 22, 2009
Kasih dan pengetahuan harus berjalan seiring
“Hendaknya belajar dengan cara tertentu sehingga kasih dapat mengimbangi pengetahuan; … dengan cara itu mencapai kesucian dan pengetahuan yang kokoh.”
(DBSV V, 175)
(DBSV V, 175)
Murid-murid-Nya orang-orang kasar
“Yesus ternyata memilih sebagai murid-murid-Nya orang-orang kasar yang tidak luput dari kelemahan-kelemahan, supaya dengan demikian Yesus bisa mengamalkan keramahan, kerendahan hati, dan kesabaran.”
(SV VII, 137 – 1 Mei 1658)
(SV VII, 137 – 1 Mei 1658)
Mutu seseorang
“Mutu seseorang tidak dapat dinilai pada saat pertobatan atau beberapa waktu sesudahnya, melainkan pada waktu dia mengalami godaan atau penderitaan.”
(DBSV V, 136)
(DBSV V, 136)
Musibah dan berkat
“Musibah manapun akan menjadi sumber sukacita dan berkat bagi kita, bila kita menerimanya dari tangan Tuhan.”
(SV VII, 252 – September 1658)
(SV VII, 252 – September 1658)
Thursday, March 19, 2009
Tunduk kepada kehendak Allah
“Kalian harus tunduk kepada kehendak Allah dan merasa damai, dengan harapan bahwa segalanya akan berjalan dengan baik. Karena biasanya karya Allah akan memperoleh hasil yang baik justru dalam hal yang tak memberi kepuasan kepada kita.”
(SV VIII, 317 – 9 Juli 1660)
(SV VIII, 317 – 9 Juli 1660)
Menghadapi fitnah dan penghinaan
“Sang Penyelamat sendiri telah dicaci-maki, telah dipersalahkan dan dicela secara tidak adil. Mengapa kita mau mengeluh kalau mendapat perlakuan yang sama? Pasrahkanlah diri kepada kebaikan Allah yang tak terhingga itu, dan jangan cemas, pasti Dia akan memberi kekuatan untuk menghadapi segala percobaan.”
(SV VIII, 205-206 – 20 Desember 1659)
(SV VIII, 205-206 – 20 Desember 1659)
Tidak melakukan apa-apa kecuali mengasihi
“Sungguh baik kalau kita tidak melakukan apa-apa kecuali mengasihi! Dengan demikian kita melakukan sekaligus segala keutamaan dan menyatu dengan Yesus Kristus, sambil bekerja sama dengan Dia demi keselamatan dan penghiburan orang-orang miskin.”
(SV VIII, 162 – 8 Nopember 1659)
(SV VIII, 162 – 8 Nopember 1659)
Hendaknya menghayati simplisitas
“Hendaknya kita menghayati keutamaan simplisitas, karena bila ada simplisitas disitu dapat ditemukan Allah, yang adalah simplisitas itu sendiri, esa secara sempurna.”
(DBSV V, 36)
(DBSV V, 36)
Mengatakan kebenaran
Simplisitas [=kesederhanaan, ketulusan, kejujuran, kepolosan, kelurusan hati], "pertama-tama berarti mengatakan kebenaran.”
(SV XII, 172 – 14 Maret 1659)
(SV XII, 172 – 14 Maret 1659)
Subscribe to:
Posts (Atom)