Wednesday, March 11, 2009

Bersabar terhadap kekurangan sesama

“Kalian harus bersabar satu sama lain terhadap kekurangan masing-masing, mengingat bahwa kalian tentu ingin pula diperlakukan dengan sabar.”
(SV VII, 432 – 4 Januari 1659)

Salib yang berasal dari orang dekat

“Salib yang kita pikul setiap hari, yang berasal dari pihak sesama, tidak dapat bersumber dari siapa-siapa kecuali dari mereka yang hidup dekat dengan kita.”
(SV III, 177 - 24 April 1647)

Tak mungkin menyenangkan semua orang

“Tuhan Yesus telah menasihatkan kita untuk memikul salib setiap hari. Kalian pasti mempunyai banyak salib dalam tugas, karena kalian harus berhubungan dengan banyak orang, dan karena tidak mungkin menyenangkan semua orang.”
(SV IV, 163 – 22 Maret 1651)

Tuesday, March 10, 2009

Nasihat bagi yang sedang belajar

“Belajar hendaklah menjadi pekerjaan yang paling penting bagi anda, selain berusaha untuk semakin berkenan kepada Tuhan dengan menjalankan keutamaan-keutamaan-Nya.”
(SV VII, 624 – 28 Juni 1659)

Mohon dijiwai keramahan

“Semoga Tuhan sudi menjiwai kita dengan keramahan-Nya yang agung itu, agar kelembutan memancar dari perkataan dan perbuatan kita… dengan demikian kita tidak mengecewakan sesama dan bisa berguna bagi mereka.”
(SV VI, 388 – 6 Agustus 1657)

Bukan untuk mengabdi keinginan sendiri

“Anda tidak menyerahkan diri kepada Allah untuk mengabdi keinginan anda, melainkan untuk tunduk kepada kehendak-Nya.”
(SV VI, 129 – 12 Nopember 1656)

Tak semua keinginan yang baik dari Roh Kudus

“Tidak semua keinginan, betapapun baik, berasal dari Roh Kudus.”
(SV VI, 129 – 12 Nopember 1656)

Kasih adalah api yang menggerakkan

"Kasih adalah api yang senantiasa menggerakkan; orang yang sudah dijiwai oleh api ini akan terus menerus didorong, terus-menerus digiatkan.”
(DBSV V, 279 – 4 Agustus 1655)

Kemalasan yang melawan kasih

“Tak pernah memikirkan kasih, tak pernah atau jarang melakukan tindakan kasih, itu adalah kelalaian, adalah kemalasan melawan kasih, yang sesungguhnya tak pernah berhenti bergerak.”
(DBSV V, 284 – 4 Agustus 1655)

Jiwa yang terbakar oleh kasih

“Kalau kasih tinggal dalam satu jiwa pasti kasih itu akan menjiwai seluruh kemampuannya, tak pernah istirahat.”
(DBSV V, 279 – 4 Agustus 1655)