Friday, March 27, 2009

Jangan terkejut bila mengalami godaan-godaan

“Semakin kita maju dalam keutamaan, maka semakin perlu kita membuka diri untuk mengalami godaan-godaan yang semakin banyak. Tak perlu merasa terkejut bila kita digoda.”
(DBSV V, 200 – 1645)

Monday, March 23, 2009

Gugur dalam pelayanan kasih

“Berbahagialah jiwa-jiwa yang telah gugur dalam pelayanan kasih.”
(SV VII, 233 – 10 Agustus 1658)

Berbahagialah yang mengabdi Kristus

“Sungguh berbahagialah mereka yang mencurahkan seluruh hidup demi pengabdian kepada Tuhan kita Yesus Kristus, seperti Dia juga telah mencurahkan hidup-Nya demi keselamatan manusia.”
(SV VII, 131 – 19 April 1658)

Evangelizare pauperibus misit me Dominus

“Oh! Betapa bahagianya mereka yang pada saat kematian dapat mengucapkan kata-kata Tuhan Yesus yang indah ini: Evangelizare pauperibus misit me Dominus!”
(DBSV V, 183 – 25 Oktober 1643)

Tugas misi

“Berkarya demi keselamatan orang-orang miskin... merupakan unsur pokok dari panggilan tugas kita, dan semua yang lain hanyalah tambahan belaka.”
(DBSV V, 181 – 25 Oktober 1643)

Sunday, March 22, 2009

Belajar secara wajar

“Hendaknya belajar secara wajar, hanya terdorong oleh keinginan untuk memperoleh pengetahuan yang berguna bagi kita sesuai dengan status kita.”
(DBSV V, 174)

Kasih dan pengetahuan harus berjalan seiring

“Hendaknya belajar dengan cara tertentu sehingga kasih dapat mengimbangi pengetahuan; … dengan cara itu mencapai kesucian dan pengetahuan yang kokoh.”
(DBSV V, 175)

Murid-murid-Nya orang-orang kasar

“Yesus ternyata memilih sebagai murid-murid-Nya orang-orang kasar yang tidak luput dari kelemahan-kelemahan, supaya dengan demikian Yesus bisa mengamalkan keramahan, kerendahan hati, dan kesabaran.”
(SV VII, 137 – 1 Mei 1658)

Mutu seseorang

“Mutu seseorang tidak dapat dinilai pada saat pertobatan atau beberapa waktu sesudahnya, melainkan pada waktu dia mengalami godaan atau penderitaan.”
(DBSV V, 136)

Musibah dan berkat

“Musibah manapun akan menjadi sumber sukacita dan berkat bagi kita, bila kita menerimanya dari tangan Tuhan.”
(SV VII, 252 – September 1658)